Sunday, July 22, 2012

Pemanasan Global

      A.   Proses Pemanasan Global
Pemanasan global atau global warming adalah proses terjadinya peningkatan suhu rata-rata udara, laut, dan daratan bumi. Menrurut penelitian yang telah dilakukan, suhu rata-rata permukaan Bumi selama seratus tahun telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F). Tentunya hal ini merupakan suatu ancaman apabila terus dibiarkan.
Ada banyak hal yang dapat mengakibatkan terjadinya pemanasan global. Selain dari faktor alam itu sendiri, sebenarnya manusialah yang paling menjadi pemeran utama mengapa pemanasan global itu dapat terjadi. Penggunaan teknologi yang dapat menghasilkan carbon dioksida tanpa dibatasi adalah bentuk pencemaran udara yang menimbulkan efek rumah kaca yang berlebihan yang merupakan salah satu dari penyebab pemanasan global. Adapun beberapa penyebab pemanasan global yang penulis dapat dari beberapa sumber yaitu :
       1.    Efek Rumah Kaca
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan suhu rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F) dari suhunya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.
      2.    Efek Umpan Balik
         Penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.
            Efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan kembali radiasi infra merah ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Apakah efek netto-nya menghasilkan pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut.
      Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika suhu global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.
      Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.
         Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunnya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.
       3.    Variasi Matahari
            Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini. Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer.
             Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi Matahari mungkin telah diabaikan dalam pemanasan global. Dua ilmuwan dari Duke University memperkirakan bahwa Matahari mungkin telah berkontribusi terhadap 45-50% peningkatan suhu rata-rata global selama periode 1900-2000, dan sekitar 25-35% antara tahun 1980 dan 2000. Stott dan rekannya mengemukakan bahwa model iklim yang dijadikan pedoman saat ini membuat perkiraan berlebihan terhadap efek gas-gas rumah kaca dibandingkan dengan pengaruh Matahari; mereka juga mengemukakan bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan aerosol sulfat juga telah dipandang remeh. Walaupun demikian, mereka menyimpulkan bahwa dengan meningkatkan sensitivitas iklim terhadap pengaruh Matahari sekalipun, sebagian besar pemanasan yang terjadi pada dekade-dekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca.
         Pada tahun 2006, sebuah tim ilmuwan dari Amerika Serikat, Jerman dan Swiss menyatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya peningkatan tingkat keterangan dari Matahari pada seribu tahun terakhir ini. Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil sekitar 0,07% dalam tingkat keterangannya selama 30 tahun terakhir. Efek ini terlalu kecil untuk berkontribusi terhadap pemansan global. Sebuah penelitian oleh Lockwood dan Fröhlich menemukan bahwa tidak ada hubungan antara pemanasan global dengan variasi Matahari sejak tahun 1985, baik melalui variasi dari output Matahari maupun variasi dalam sinar kosmis.

      B.   Dampak Pemanasan Global
          Dengan adanya pemanasan global tentunya menimbulkan masalah yang begitu banyak bagi kehidupan manusia. Tentunya hal itu merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup manusia. Adapun beberapa dampak yang ditumbulkan oleh peningkatan suhu bumi atau pemanasan global yaitu :
      1.    Dampak Terhadap Atmosfer
Dampak yang ditimbulkan dari peningkatan suhu bumi terhadap atmosfer adalah :
         a.      Pergeseran Iklim
        Kenaikan suhu udara di bumi akan mengakibatkan perubahan arah mata angin dan implementasinya adalah perubahan musim. Misalnya di Indonesia, musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai Maret sedangkan musim kemarau terjadi pada bulan April sampai September. Lama musim hujan dankemarau dalam keadaan normal lebih kurang adalah 6 bulan. Bila terjadi pergeseran musim akibat adanya pemanasan global maka waktu musim hujan atau kemarau bisa lebih panjang atau lebih pendek. Dalam hal, ini petani akan sulit memprediksi pergantian musim sehingga gagal panen akan terjadi.
        b.      Banjir dan Tanah Longsor
       Pada musim hujan angin banyak membawa uap dari Lautan Hindia yang akan dijatuhkan sebagai air di daratan Indonesia. Jika terjadi perubahan suhu atmosfer bumi karena pemanasan global jelas akan mempengaruhi arah angina dan akan terjadi perubahan musim pula. Perubahan musim yang dapat dirasakan saat ini adalah musim hujan yang berkepanjangan sehingga menyebabkan banjir dan longsor diberbagai daerah.
      2.    Dampak Terhadap Hidrosfer
      Dampak yang ditimbulkan dari peningkatan suhu bumi terhadap atmosfer adalah melelehnya es di kutub yang dapat menimbulkan beberapa masalah diantaranya :
         a.      Luas Daratan Kutub Berkurang
        Wilayah Kutub Utara dan Selatan seyogyanya adalah air laut yang membeku dari laut Arktik yang menjadi daratan Kutub Utara dan laut Antartika yang menjadi daratan Kutub Selatan. Daratan es di kutub pada saat ini sudah banyak yang longsor dan meleleh menjadi air. Serpihan-serpihan es mencair tersebut pada akhirnya akan mencair habis atau menjadi air laut. Dengan kata lain, luas daratan es di kutub akan semakin berkurang atau menjadi kian sempit. Yang pada akibatnya mengancam habitat orang-orang Eskimo, burung penguin, beruang kutub, singa laut, dan populasi lainnya.
         b.      Naiknya Permukaan Air Laut
      Perubahan fisik air laut berupa naiknya permukaan air laut merupakan dampak dari pemanasan global pula. Perubahan tersebut jelas sangat terkait dengan melelehnya es di kutub yang menambah volume air laut. Selain itu, kadar garam air laut juga menjadi lebih rendah dari semula. Perubahan kadar garam air laut ini juga akan berdampak pada kehidupan ikan, udang, dan biota lainnya di bawah laut.
         c.       Dampak Terhadap Geosfer
      Geosfer adalah lingkungan permukaan bumi. Dampak terhadap hidrosfer juga secara tidak langsung berefek pada geosfer pula. Kenaikan permukaan air laut juga berdampak menggenangi daratan bumi (seperti halnya daratan Kutub Utara dan Selatan yang semakin berkurang). Bahkan, saat ini telah muncul ancaman akan tenggelamnya pulau-pulau disekitaran Samdura Pasifik.
     Namun, bukan tidak mungkin kenaikan air laut ini berdampak pada negara kita. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar diprediksikan akan mengalami penyusutan daratan. Menurut para ahli oceanografi, dengan naiknya permukaan air laut, Indonesia sampai tahun 2060 akan kehilangan 200 pulau-pulai kecil .Bahkan, yang lebih ekstrim lagi, kota-kota besar seperti Medan, Palembang,Bandar Lampung, Anyer, Banten, Jakarta, Cirebon, Semarang, Surabaya,Pontianak, Banjarmasin, Makassar, Denpasar, dan Ambon akan ikut tenggelam. Di bawah ini terdapat proyeksi penyusutuan pulau Jawa di tahun 2070.
      4.    Dampak Terhadap Bioster
            Dampak terhadap atmosfer, hidrosfer, dan geosfer, tentunya juga akan berdampak pada kelangsungan hidup flora dan fauna. Dengan menngkatnya permukaan air laut akibat mencairnya daratan es di kutub, tentunya akan membuat daratan makin sempit dan habitat flora dan fauna akan terkikis sehingga nantinya akan kehilangan daratan untuk ditempati. Tidak hanya itu, perubahan iklim yang tidak teratur tentunya juga akan mempengaruhi kondisi fisik terhadap folora dan fauna, sehingga diperlukan adaptasi untuk dapat tetap bertahan hidup.

      C.   Upaya Mengatasi Pemanasan Global
            Melihat dampak negatif dari pemanasan global yang begitu besar terhadap kelangsungan makhluk hidup di Bumi ini, tentunya perlu pemikiran dan tindakan yang tepat dalam mengatasi masalah pemanasan global. Oleh karena itu perlu peran dari kita semua untuk dapat mengatasi masalah ini.
            Ada berbagai hal yang dapat kita lakukan dalam mengatasi pemanasan global, seperti menanam pohon, mengurangi penggunaan teknologi yang menghasilkan carbon dioksida, mengindari pemakaian teknologi yang dapat merusak ozon, dan berbagai hal lainnya. Namun untuk mengatasinya secara optimal, maka diperlukan adanya peran Negara atau organisasi nasional ataupun internasional seperti PBB untuk berperan aktif dalam mengatasi masalah pemanasan global. Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan Negara dalam mengatasi masalah pemanasan global yaitu :
      1.    Pembatasan Jumlah Emisi Carbon
            Negara-negara besar yang mempunyai banyak perindustrian di dalamnya tentunya banyak menghasilkan banyak carbon perharinya. Oleh karena itu, pengurangan atau pembatasan jumlah emisi carbon yang dihasilkan oleh Negara tentunya sangat efektif dalam mengurangi dampak dari efek rumah kaca yang merupakan salah satu dari penyebab terjadinya pemanasan global. Bahkan dengan adanya pembatasan emisi carbon, menyebabkan juga terjadinya pembelian jumlah carbon atau penambahan jumlah carbon yang dihasilkan Negara. Uang hasil pembelian tersebut nantinya akan di berikan kepada Negara-negara yang memiliki hutan.
      2.    Penanaman Pohon
            Sebagaimana yang kita ketahui bahwa tumbuhan bernapas dengan cara menghisap carbon dioksida dan mengeluarkan oksigen. Tentunya hal ini sangat efektif dalam mengatasi pemanasan global. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat untuk menanam pohon. Pengadaan hutan buatan dan penanaman pohon di median jalan merupakan beberapa upaya yang mesti dimaksimalkan oleh suatu Negara.
      3.    Memberantas Kejahatan Penebangan Liar
    Penebangan liar atau illegal loging merupakan adalah kegiatan penebangan, pengangkutan dan penjualan kayu yang tidak sah atau tidak memiliki izin dari otoritas setempat. Walaupun secara langsung tidak mengakibatkan pemanasan global, namun penebangan liar dapat merusak hutan yang merupakan solusi dalam menggulangi pemanasan global. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberantas kejahatan penebangan liar mengingat saat ini penebangan liar masih banyak terjadi terutama di Indonesia.
        Hal diatas hanyalah beberapa dari tindakan yang dapat dan harus dilakukan oleh Negara untuk mengatasi pemanasan global yang merupakan ancaman bagi dunia kita. Tidak hanya yang diatas, tentunya masih banyak hal yang mesti dilakukan untuk menyelamatkan dunia kita dari masalah pemanasan global.

BAB III
PENUTUP
      A.   Kesimpulan
     Pemanasan global merupakan peristiwa alam yang diakibatkan oleh kita semua. Teknologi yang terus berkembang tidak hanya membantu pekerjaan manusia, namun juga dapat membawa bencana seperti pemanasan global. Oleh karena itu perlu pengendalian diri untuk meminimalkan pemakaian teknologi yang dapat merusak lingkungan seperti penggunaan kendaraan bermotor, ac, pemakaian energi, dan masih banyak yang lain.
      B.   Saran
       Seperti yang dibahas sebelumnya bahwa pemanasan global adalah akibat dari perbuatan kita semua dan menjadi masalah kita semua. Oleh karena itu, masalah ini tidak akan bisa terselesaikan apabila hanya ada tindakan dari beberapa orang saja. Namun untuk mengatasi masalah ini, perlu kesadaran kita semua untuk saling bekerja sama untuk menyelesaikan apa yang telah kita perbuat.


DAFTAR PUSTAKA

3 comments:

Review Undang Undang Cipta Kerja Omnibus Law #Hubungan Kerja

 Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh Sebelumnya kita sudah membahas terkait Undang-undang cipta kerja terkait tenaga kerja asing. Sa...